utusan kerajaan sorga
Kamis, 03 Oktober 2013
HIRUKPIKUK DALAM BIS ANTAR KOTA ( RUTENG-BAJAWA )
HIRUK PIKUK DIDALAM BIS ANTAR KOTA
( RUTENG –BAJAWA )
Dari kota ruteng Saya berangkat pagi menuju kota Bajawa, karena ada beberapa agenda yang harus dikerjakan.
Dengan sepeda motor saya ke pangkalan travel, ternyata travel tujuan Bajawa sudah pada keluar. Akhirnya pilihan satu-satunya adalah naik bis.
Tepat jam delapan pagi bis berangkat dari terminak carep, sang konjak berteriak: ” bajawa, bajawa, sekarang langsung keluar.”semua penumpang masuk kedalam bis dan mencari tempat duduk, sang sopir yang kepala plotos melaju bis dengan cepat; ditambah dengan musik yang volume begitu keras, sehingga berbicara harus dengan suara keras.
Setelah berjalan cukup jauh ada beberapa orang yang mau naik, dan bis berhenti untuk menaikan penumpang sekalipun kursi-kursi sudah penuh terisi oleh penumpang. Bis yang kami tumpang penuh sesak, ditambah lagi dengan aroma yang membuat pusing; sang sopir, konjak dan juga penumpang yang lain mengisap rokok, asap rokok memenuhi ruangan bis, musik nonstop bunyi dengan kenjang, membuat hiruk pikuk didalam bis bertambah riuhnya.
Dampak dari hirukpikuk didalam bis ini membuat sebagaian penumpang muntah, sampai kantong plastik yang di sediakan habis; dan ada juga anak-anak menangis, hal ini membuat bertambah rumitnya suasana di dalam bis yang kami tumpang.
Inilah potret sebagian kecil kondisi transportasi didaerah ini, belum memiliki standar pelayanan yang maksimal, padahal bisnis transportasi seperti ini merupakan bisnis jasa sangat dipengaruh oleh bagaimana kita menservice/ melayani konsumen.
Kiranya Hirukpikuk bis antar kota seperti ini tidak dialami oleh turis mancanegara, karena ini akan mempengaruhi pariwisata di daerah ini.
Jam 1.00 siang saya tibah di kota bajawa, melegahkan.
Iutulah pengalaman saya dalam perjalanan Ruteng-Bajawa.
Selasa, 24 September 2013
PERJUMPAAN DENGAN TUHAN
Tidak bisa di pungkiri, setiap orang yang berjumpa dengan Tuhan pasti mengalami perubahan, bergairah, sukaCITA, DAMAI.
Dalam setiap ibadah bukanlah tempat, alat musik yang canggih yang terutama, SEKALIPUN ITU PERLU tetapi fokus kita adalah BERJUMPAH DENGAN BAPA SORGA, AMIN
TRAVEL MENGUJI KESABARANKU
TRAVEL MENGUJI KESABARAN KU
Setelah pulang dari pulau rinca yang dihuni oleh Komodo tujuh keajaiban dunia, malamnya saya nginap di hotel sentro bajo. pada waktu Siang menjelang sore tepat jam 3:30 wita saya di jemput oleh travel APV plat kuning menuju ruteng.
Disinilah ujian kesabaran itu dimuai; penumpang baru dua orang,saya dengan seorang nona belakangan saya tahu dia seorang ibu guru. Dari hotel Sentro Bajo Saya di bawa putar ke pasar lama yang sedang di bongkar, lalu balik ke terminal fery, dari situ cari penumpang ke teminal travel nungguh cukup lama sampai saya ketiduran, 30 menit berlalu saya bangun dari tidur ,betapa kagetnya saya melihat mobil masih berada di tempat yang sama. dan dengan santainya si sopir berkata sabar ya P....; Dari situ pergi jemput penumpang dipasar lama, lalu sopir dengan segala muka tak berdosanya; dia bilang aduh neka rabo ( jangan marah) satu penumpang lagi baru bisa kita berangkat ke ruteng, lalu dia putar mobilnya kembali ke pelabuhan fery; para penumpang yang didalam travel sudah mulai ngomel, apa yang mau di kata sopir yang menentukan; kami hanya ikut saja. Sesampai diterminal fery ternyata tidak ada penumpang, dengan segala cara dia meminta penumpang dari travel lain untuk memenuhi muatan di travel APVnya. tepat jam 5.00 sore travel APV berangkat dengan sarat muatan, kursi belakan 4 orang, tengah 4 orang saya didepan dengan si sopir.
ujian kesabaran berikutnya: bau asap rokok, cara mengemudi yang ugal-ugalan yang membuat detak jantung ini memompa lebih cepat.
Sesampai dilembor kami makan malam, dan kembali kesabaran kembali di uji, setelah saya selesai makan sang sopir dengan santainya ngobrol ngarul ngidul dengan seorang mahasiswi, dan dengan Pdnya memakai istilah-istilah janggi layaknya seorang mahasiswa.
Perjalanan yang begitu panjang sampai juga dikota ruteng ibu kota kabupaten Manggarai tiba jam 10.00 malam (6 jam lebih) luar biasa.
INI BENAR-BENAR MENGUJI KESABARAN.
KENAHKANLAH KESABARAN (kol 3:12)
Buah Roh ialah kesabaran (galatia 5:22)
KEJARLAH KESABARAN (1 Timotius 6:11)
KOMODOKU SAYANG kOMODOKU MALANG
KOMODOKU SAYANG KOMODOKO MALANG.
Perjalanan ke pulau-pulau wisata dilabuan bajo bersama rombongan sangat antusias. Tepat jam 8 pagi kami sudah beraada didermaga perahu motor, pemilik motor perahu mengijinkan kami untuk masuk kedalam perahu dengan gaya jongkok karena perahunya sangat rendah. Saya tanya sikemudi perahu berapa jam ke pulau Rinca pa; dengan pasti sang pengemudi motor perahu bilang 1.30 menit. Dalam perjalanan kami menikmati pemandangan yang sangat indah dan momen ini saya bisa photo, dan shouting untuk masukan ke easy worship.
Tidak terasa kami sudah bersandar didermaga pulau Rinca, dan Rombongan langsung diterima oleh Guide ( pemandu wisata ), untuk mengurus administrasi dll.
Pemandu wisatalah yang menemani kami untuk melihat Komodo sekaligus menerangkan kondisi komodo yang ada di pulau Rinca.
Memang sangat mengejutkan, tidak seperti yang saya bayangkan, dibenak saya komodonya besar dan gemuk-gemuk. Setelah Kami tanya ke si pemandu kenapa komodonya kurus-kurus? Dia menjawab ya... itulah Komodo Rinca, bedah dengan komodo di pulau Komodo. Di pulau Rinca mangsa yang akan dimakan oleh Komodo sudah mulai berkurang, dan komodo -komodo ini sering datang ketempat dapurnya si pemandu karena mereka bisa mencium bau masakan dari jauh. Ada juga komodo yang patah tangannya, setelah berkelahi dengan komodo lain.
Sepanjang Rombongan keliling ada juga komodo yang masih kecil-kecil dan mereka hidup sendidi-sendiri, tidak berjalan bersama komodo yang besar.
Saya sempat merenungkan: Kenapa Komodo-Komodo ini tidak di perhatikan ya? Apalagi waktu kunjungan Bapak Presiden tidak melihat kondosi komodo yang ada di pulau Rinca. Ya Saya berbikir sendiri Mungkin takut ketahuan Kalau Komodo -Komodo di Pulau Rinca itu kurus-kurus dan sakit-sakit, itu sebabnya Bapak Presiden yang mulia tidak menengok Komodo di Pulau Rinca.
Ya Komodoku Sayang Komodoku Malang.
Senin, 23 September 2013
MATI DI UJUNG SENDOK
MATI DI UJUNG SENDOK
Sering sekali kita mendengar ungkapan bahwa kematian itu ada di tangan Tuhan, penyataan itu ada benarnya, tetapi ada sisi lain yang perlu di renungkan, dan di tindak lajuti, bahwa kematian itu juga ada di tangan kita masing-masing. Sahabatku kita sering lupa bahwa pola kita makan, cara kita menikmati setiap menu yang ada di depan mata kita sulit untuk di kontrol , kita tidak lagi berpikir panjang, apakah ini makanan berguna bagi tubuh atau hanya sekedar memanjakan lida saja, begitu juga setiap tetesan minuman yang kita minum, kadang kita tidak berpikir panjang apakah minuman ini bermaanfaat untuk jangka panjang umur kita.
Tidak sedikit orang mati mudah, tugasnya belum selesai sudah pulang ke rumah Bapa.
mari kita berpikir sebelum bertindak untuk memasukan setiap makanan, minuman ke dalam mulut kita.
jangan sampai orang mengingat kematian kita karena rakus, tidak menguasai lidah, dan kita DICAP : ORANG INI MATI DI UJUNG SENDOK.
Orang bilang: Makanlah sebelum anda lapar dan berhentilah makan sebelum anda kenyang.
Ingat!!!! KESUKSESAN ITU HAK SAYA. PIKIRKAN APA YANG KITA MAKAN, DAN APA YANG KITA MINUM
Rabu, 28 Agustus 2013
BERSYUKURLAH
Mengucap syukurlah, sekalipun orang membencimu, sebab mereka yang membencimu membuang waktu untuk melihat dirimu hanya dari sisi negativnya saja.
BERSYUKURLAH
BERSYUKURLAH
Langganan:
Postingan (Atom)